Ada sebuah cerita menarik, dikisahkan ada dua orang, bapak dan anak. Sang bapak ingin memberikan pelajaran tentang kehidupan pada anaknya, diajaknya sang anak naik keledai, si bapak menuntunya. Ketika melewati serombongan orang, mereka berkomentar, "ini anak, kurang ajar betul, dia enak-enakan naik, bapaknya yang tua gini disuruh jalan".
Akhirnya sang anak pun disuruh turun, ganti bapaknya yang naik. Ketika melewati sebuah desa lagi, dan segerombolan orang, mereka pun berkomentar, "ini bapak nggak punya belas kasihan sama sekali, masa' anaknya disuruh jalan?!"
Sang bapak pun memerintahkan anaknya untuk naik keledai bersama. Sewaktu melewati sebuah kampung, lagi-lagi ada yang komentar, "ini dua orang kok tega banget, ga kasihan apa ama keledainya? Kecapekan gitu". Keduanya pun turun, dan keledai hanya dituntun.
Waktu melewati sebuah desa lagi, penduduknya ngomong lagi, "lho, kok bodoh banget dua orang ini, bawa keledai nggak dinaiki".
Akhirnya, sang bapak pun bilang pada anaknya, "nak, sudah tahu kan ragam komentar dari orang-orang?" si anak mengangguk, "anakku, kalau kamu menuruti omongan orang-orang itu, mereka nggak akan ada puasnya. Maka berpeganglah dengan prinsipmu sendiri, jangan goyah,selama itu benar anakku".
Tuesday, 2 November 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)

